Sepak Bola, Sejarah, dan Dongeng Senja Kala

ranieri schmeicel morgan leicester 2015/2016

Orang boleh menganggap sepakbola adalah hal yang membosankan karena (bagi orang tersebut) hanya ada pengulangan kompetisi setiap tahun. Yang terjadi hanya beberapa tim saling beradu dengan komposisi pemain maupun pelatih yang dapat berubah-ubah manasuka.

Namun, bagi saya sepak bola bukan hanya kompetisi-kompetisi repetitif dengan tim juara yang berbeda di setiap musimnya. Sepakbola juga bagian dari sejarah dunia. Kemasyhurannya diakui oleh sebagian besar penduduk bumi.

Beberapa kali saya menjadi saksi kedahsyatan dan keagungan sepakbola yang kerap bikin saya merinding. Mulai dari Perancis juara Piala Dunia 1998, Brazil juara Piala Dunia 2002, Arsenal juara Liga Primer Inggris 2003-04 tanpa terkalahkan, Yunani juara Euro 2004 usai mengalahkan tuan rumah Portugal, Liverpool juara Liga Champions 2004-05 lewat pertandingan dramatis, Spanyol juara Euro 2008 & 2012 serta Piala Dunia 2010, Chelsea juara Liga Champions 2011-12 usai menang adu penalti lawan Bayern Muenchen di Allianz Arena, Jerman juara Piala Dunia 2014, dan yang paling terbaru: Leicester juara Liga Primer Inggris 2015-16. Momen-momen tersebut melahirkan segudang tokoh dan cerita hebat yang tak mungkin saya lupakan.

Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha (memegang trofi), dan anaknya, Aiyawatt Srivaddhanaprabha (di sebelah Kasper Schmeichel) turut berselebrasi juara Barclays Premier League 2015/16.
Foto: Tom Jenkins (The Guardian)


Kelak saya akan menceritakan ke anak cucu kisah Zidane mengalahkan bakat-bakat luar biasa pemain Brazil, Ketangguhan seorang Paolo Maldini, Ronaldo membuat Oliver Kahn memungut bola dua kali dari gawangnya, The Invincible era Arsene Wenger, pasukan Yunani mengalahkan Portugal, Steven Gerrard dkk dengan mental luar biasa di Istanbul, Zidane dengan tandukannya ke Materazzi, gol Torres ke gawang Lehmann di final Euro, John Terry terpeleset saat adu penalti lawan Manchester United, gol Iniesta di penghujung laga melawan Belanda, gol Mario Gotze di penghujung laga ke gawang Argentina yang dikawal oleh Romero, 'rivalitas' Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi, dan—tentunya—dongeng Jamie Vardy dkk saat berhasil membawa Leicester City juara Liga Primer Inggris di bawah asuhan Claudio Ranieri.


Dilly-Ding
Dilly-Dong

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar