Disabilitas Tanpa Batas: Suka Duka Penyandang Difabel Bersama Habibie Afsyah

habibie afsyah internet marketer
Habibie bersama sang Ibunda, Endang Setyati.
Bayangkan kita menjalani kesibukan sehari-hari tanpa kemampuan untuk berjalan kaki atau menggerakkan sebagian organ tubuh kita. Tentu kita akan kesulitan karena aktivitas tersebut merupakan kemampuan primer seorang manusia. Namun itulah yang dialami oleh teman-teman tunadaksa, salah satunya adalah Habibie Afsyah. Anggota tubuh dan kondisi fisiknya memang terlihat normal sejak ia dilahirkan di Jakarta, 6 Januari 1988. Namun ketika masuk di usia sembilan bulan hingga sekarang, ia selalu beraktivitas di atas kursi roda karena ia mengalami Muscular dystrophy (MD), yaitu sekelompok penyakit otot yang melemahkan sistem muskuloskeletal dan menghambat gerak-geriknya.

Habibie, begitu ia sering disapa, dikenal sebagai pakar Internet Marketing (pemasaran barang dan jasa melalui internet). Tak hanya pandai berbisnis di internet, ia juga mengisi berbagai seminar, lokakarya, serta menulis buku motivasi. Bagi sebagian orang tentu tidak menyangka seorang penyandang disabilitas seperti Habibie sangat aktif di tengah keterbatasan gerak.

Maka dalam tulisan ini, Habibie hendak mengisahkan lika-liku kehidupannya sekaligus membagikan unek-uneknya seputar disabilitas. Berikut hasil wawancara saya dengannya beberapa waktu silam.

Suka Duka Semasa Bersekolah

Habibie pernah merasakan ditolak saat mendaftarkan diri di Taman Kanak-kanak hingga SMA. Pihak sekolah, yang menolak Habibie, beralasan bahwa sarana dan prasarana sekolah yang ada saat ini belum ramah disabilitas. Mereka juga beralasan tenaga pendidik di sekolah umum belum terlatih dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.

Habibie sempat bersekolah di SD umum. Namun karena tidak merasa nyaman karena sering dikucilkan, ia memilih untuk pindah ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta yang mampu memberinya pendidikan ekslusif tanpa memandang kekurangannya.

Anak-anak yang menyandang disabilitas memang rentan terhadap bully, bahkan bisa mengarah pada kekerasan fisik. Beruntung Habibie tidak sampai dilukai oleh teman-teman sebayanya saat masih menjadi siswa di sekolah biasa. Anak-anak di lingkungan rumahnya juga tidak pernah mem-bully dirinya.

Di sinilah peran keluarga, terutama orang tua Habibie, memberikan semangat dan mendukung segala aktivitasnya di sekolah maupun di luar sekolah. Sang ibu sadar bahwa kunci kesuksesan anak yang menyandang disabilitas ada di tangan keluarga terdekat.

Menjelang tahun ajaran baru SMA, lagi-lagi ia mengalami kesulitan masuk ke sekolah-sekolah negeri yang ia inginkan. Beberapa sekolah menolaknya karena alasan yang sama. Akhirnya, pilihannya jatuh kepada SMA Yayasan Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Tak banyak kesulitan semasa ia bersekolah tiga tahun di SMA tersebut. Ia memilih jurusan IPS ketimbang IPA, sebab ia tidak ingin menjalin kontak dengan kerumitan pelajaran dan laboratorium IPA. Yang paling membuatnya repot adalah ketika ingin pergi ke toilet, ia lebih sering ke toilet yang ada di Masjid Sunda Kelapa karena lebih luas dan nyaman.

Memutuskan untuk Berwirausaha

Selepas kelulusan SMA pada tahun 2006, Habibie memutuskan tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa kuliah akan mengorbankan waktu, tenaga, dan uang yang sangat banyak. Ia kemudian menentukan pilihannya menjadi Internet Marketer.

Hobi bermain PlayStation, Nintendo, dan komputer memudahkannya beradaptasi dengan pekerjaan di depan layar monitor selama berjam-jam setiap hari.

Petualangannya dimulai dengan mengikuti beberapa seminar dan lokakarya (workshop) bisnis afiliasi Amazon. Amazon.com adalah sebuah situs web perdagangan multinasional yang didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994. Selain memproduksi dan menjual berbagai jenis produk, Amazon juga menjalin kemitraan dengan siapa pun untuk membantu pemasaran produk. Kiat-kiat pemasaran itulah yang Habibie pelajari untuk bekal awal menjadi pemasar.

Ilmu yang telah ia serap langsung ia praktikkan di rumah. Pada awal tahun 2007, ia makin menggeluti bisnis afiliasi Amazon. Pendapatannya berkisar antara dua digit sampat tiga digit dolar (USD). Sayangnya, pada medio 2008 terjadi krisis likuiditas di Amerika hingga mancanegara yang menyebabkan penjualan di internet menurun drastis.

Habibie tidak kehabisan ide. Ia merintis situs web untuk menjual properti dan Al-Quran digital. Ia juga menjual e-book (buku elektronik) kiat sukses Amazon yang juga laku di pasaran.

Pada tahun 2010 ia kembali bersemangat melanjutkan pemasaran Amazon. Pendapatannya terus meningkat dari hari ke hari bersamaan dengan perbaikan ekonomi global. Namun ia tak ingin berpuas diri. Sejak awal 2011 ia mempelajari Adsense, sebuah program periklanan dari Google yang menghubungkan antara advertiser, publisher, dan calon konsumen. Sebagai publisher, Habibie berhak memperoleh uang dari setiap klik pada iklan di situs miliknya.

Penghasilannya dari internet terasa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari serta memenuhi kebutuhan obat dan perawatan yang terbilang cukup mahal. Selain itu, ia tidak lupa menyisihkan penghasilannya untuk ditabung dan dibagikan kepada sesamanya.

Berbagi dan Mendukung Sesama

habibie menjadi pembicara di seminar
Dari kiri ke kanan: Ippho Santosa, Habibie Afsyah, dan Dahlan Iskan. (Dok. Habibie)

Karena kegigihannya di dunia pemasaran dan kepeduliannya terhadap disabilitas, orang-orang mulai memandang Habibie sebagai panutan dan sumber inspirasi. Banyak pihak mengundangnya untuk menjadi pembicara di seminar, lokakarya, motivasi, atau sekadar menjadi narasumber di acara televisi seperti di bawah ini.




Pada 3 Desember 2011 (bertepatan dengan Hari Penyandang Cacat Internasional) Habibie bersama sang Ibu, Endang Setyati, mendirikan Indonesia Disabled Care Community (IDCC), sebuah komunitas yang mewadahi para penyandang disabilitas dan non disabilitas dalam melakukan aksi nyata dan bermanfaat untuk masyarakat. Komunitas ini berada di bawah naungan Yayasan Habibie Afsyah.

Selain berbagi pengalaman kepada khalayak secara langsung, Habibie juga menulis buku berjudul Kelemahanku adalah Kekuatanku (2009) dan Sekarang atau Keburu Mati! (2016). Buku favoritnya adalah No One's Perfect karya Hirotada Ototake.



Harapan Habibie

Habibie sadar bahwa kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan hak penyandang disabilitas/difabel masih minim. Untuk itu ia bertekad untuk senantiasa mengedukasi kepada masyarakat bahwa difabel tidak layak didiskriminasi, baik di lingkungan rumah, sekolah, tempat umum, maupun kantor. Salah satu wujud edukasinya kepada masyarakat ia tuangkan di berbagai seminar motivasi dan wawancara di berbagai media. Ia berharap tidak ada lagi jurang pemisah antara difabel dan non difabel.

Kendati menurutnya fasilitas ramah disabilitas di Indonesia masih sangat jauh dari kata layak, ia tak ingin selalu mengharapkan uluran tangan pemerintah karena menurutnya kebaikan bisa dimulai dari diri sendiri. Boleh saja kita berharap akan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, tapi yang paling penting adalah cara kita menjaga fasilitas tersebut.

trotoar di bandung jl r.e martadinata
Trotoar di Jalan R.E Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, ramah bagi penyandang disabilitas. (Dokumen: KOMPAS/DENDI RAMDHANI)
london tube facility tactile for diability
Fasilitas pejalan kaki di salah satu stasiun London Underground yang perencanannya matang karena bisa diakses oleh penyandang disabilitas. (Dokumen: marshalls.co.uk)

Setiap penyandang disabilitas memiliki kebutuhan masing-masing. Untuk tunadaksa seperti Habibie membutuhkan eskalator atau tangga yang lebih landai. Tunanetra butuh tactile atau pemandu lainnya supaya tidak tersesat dan terjerumus ke dalam bahaya. Tunarungu dan tunawicara membutuhkan bantuan isyarat dari alat serta orang-orang di sekitarnya. Begitu juga dengan penyandang disabilitas lainnya, mereka juga membutuhkan transportasi umum ramah disabilitas supaya tidak selalu mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas.

pengguna kursi roda wheelchair berhadapan dengan tangga
Tangga dan eskalator biasa kurang ramah disabilitas. Menurut Habibie, setiap gedung perlu menyediakan akses yang aman bagi penyandang disabilitas. Bila perlu sediakan juga satpam dan kamera pengawas. (Ilustrasi: Getty Images)

Kursus-kursus bahasa isyarat, baik Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) maupun Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), perlu digiatkan supaya masyarakat paham akan kebutuhan komunikasi kaum tunarungu dan tunawicara.



Habibie memiliki impian untuk bisa mendirikan sekolah inklusif. Nantinya, para siswa di sekolah tersebut tidak hanya diajarkan untuk belajar akademis, tetapi juga dididik untuk hidup mandiri dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Terakhir, pria berusia 28 tahun tersebut ingin mengajak orangtua ke luar negeri suatu saat nanti. Namun karena kesibukannya saat ini, keinginan itu belum bisa terwujud.

* * *

Semoga tulisan ini dapat mengedukasi pembaca, khususnya masyarakat dan pemerintah di Indonesia, akan kesetaraan hak para penyandang disabilitas.

Habibie Afsyah dapat dihubungi melalui akun Facebook resmi dan akun Twitter resminya.

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar

  1. kekurangan bukanlah sebuah penghalang untuk selalu bekreatifitas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu. Kawan-kawan disabilitas tetap bisa berkarya dan berkontribusi untuk kemaslahatan Bangsa.

      Hapus
  2. kisah yang inspiratif dari seorang Habibi, semoga perjuangan dan kerja kerasnya dapat menginspirasi semua orang yang ada di indonesia, dan memberikan kesadaran kepada orang-orang yang berkecukupan untuk menghargai mereka yang memiliki kekurangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.

      Semoga perjuangan Habibie memberi dampak positif untuk kita semua.

      Hapus
  3. Gak kebayang kalo ada di posisi dia T_T)

    BalasHapus
  4. kisah yang sangat menginspurasi sekali, seseorang yang sangat patut jadi panutan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ke blog saya.

      Nanti saya kirim komentar-komentarnya ke Habibie.

      Hapus
  5. keren banget gan artikelnya. ane suka banget. lanjutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca tulisan saya.

      Hapus
  6. Mantap banget gan , ane bersyukur dah dikasih sama Allah fisik yang normal

    BalasHapus
  7. Inspiratif gan,, Indonesia bangga punya org seperti beliau..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Semoga Indonesia punya Habibie-Habibie lain di kemudian hari.

      Hapus
  8. Bisa Terinpirasi Ni, Makasih Artikelnyaa :)

    BalasHapus
  9. inspirator...semuanya tidak kebetulan tapi skenario maha pencipta ..semoga kita semua di beri kekuatan dan ketangguhan dalam menjalani lakon ini..amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...

      Terima kasih atas doamu, Dani.

      Hapus
  10. ane respect m difabel...I love you,,,all


    by dedi mekanikmitsubishi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Respekmu nanti saya sampaikan ke kawan-kawan penyandang disabilitas.

      Hapus
  11. Kisah habibie memang sangat inspiratif, beliau cacat secara fisik tapi mentalnya tidak 'cacat', kebalikan dari sebagian orang2 yg sempurna secara fisik tapi mentalnya 'cacat'. Semangat & kepedulianya perlu ditiru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Nell. Kita harus bersyukur bersyukur dan peduli sebagaimana Habibie lakukan kepada orang lain.

      Hapus
  12. Semoga harapan habibie bisa jadi kenyaataan, kisah inspiratif habibie dapat menjadi tamparan besar bagi yang normal, dengan keterbatasan itu dia tidak mau menyerah dan masih terus berjuang tanpa lelah.. jangan meremahkan orang seperti habibie yang memilik semangat kuat dan terus berjuang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Habibie memotivasi sekaligus mengedukasi kita supaya sadar akan karunia hidup.

      Hapus
  13. Semangat ya gan Dan Jgn mudah menyerah !!!

    BalasHapus
  14. sangat menginspirasi gan,
    hobinya yang suka komputer juga mantap gan,
    semoga kita semua bisa juga bisa sukses, tentu dengan cara kita masing-masing ...

    BalasHapus
  15. menginspirasi banget, memang kita gak boleh menganggap remeh orang yang punya kekurangan karena pasti mereka ada sebuah kelebihan dalam dirinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu, Syahri. Setiap orang punya potensi kebaikan dalam dirinya masing-masing.

      Hapus
  16. Luar Biasa... Sungguh Menginspirasi..

    BalasHapus
  17. saya percaya kalo dibalik kekurangan ada yang dilebihkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu, saya juga percaya dan yakin itu.

      Hapus
  18. Kisah yg bisa memotivasi pemuda di indo khususnya... semoga kedepannya bisa lebih baik lagi ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Bantu Habibie mewujudkan mimpinya ya.

      Hapus
  19. kekurangan kita gak ngehalangin kita untuk bekerja keras mendapatkan apa yang kita mau... ni postnya memotivasi banget gan

    BalasHapus
  20. inspiratif banget gan ... semua maanusia punya kelebihan dan kekurangan :D

    BalasHapus
  21. Kisah Yang Sangat Inspiratif... Thank Sharenya Gan...

    BalasHapus
  22. Kisah yang inspiratif kali :') Thanks udah di share

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're welcome, Fadhila. Semoga inspirasi ini senantiasa tersebar ke orang lain.

      Hapus
  23. wahh semangatnya luar biasa, masa kita kalah.... ini betul" sangat menginspirasi gan...

    BalasHapus
  24. semoga harapannya bisa jadi kenyataan amin, sangat menginspirasi sekali

    BalasHapus
  25. inspiratif ceritanya gan bagus

    BalasHapus
  26. Kisahnya memotivasi saya nih agar lebih giat di bidang internet marketing. Saya sendiri baru mulai menggeluti internet marketing di tahun 2016 ini. Doakan sukses ya gan :)

    BalasHapus

Posting Komentar