Tentang Film Zombie dan Pelajaran dalam Hidup

Night of the living dead george romero
Salah satu adegan dalam film Night of the Living Dead karya sutradara George A. Romero (Foto: Wikimedia)   
Siapa yang menyukai film horor bertema zombie, pasti setidaknya pernah mendengar nama George A. Romero, seorang maestro zombie berkebangsaan Amerika Serikat. Ia memang tak pernah meraih penghargaan Piala Oscar ataupun Golden Globe. Ia dikenal lewat karya-karya uniknya yang mengangkat tema zombie pada era modern. Sumbangsihnya terhadap dunia zombie begitu besar sehingga film-film zombie arahannya sering disebut sebagai Romero Zombie.

Romero merilis film independen pertamanya berjudul Night of the Living Dead, sebuah film yang menjelaskan dan memahami teori-teori zombie yang kerap digunakan pada era digital saat ini. Film tersebut memperoleh banyak kritik dan menimbulkan kontroversi karena dinilai terlalu seram untuk ditonton segala usia.

Buat saya, sumbangsih terbesar Romero dalam perfilman zombie justru hadir karena karya-karya beliau yang mayoritas berisi satire dan zombie apocalypse. Pada awal karirnya sebagai sutradara, studio Hollywood belum banyak memproduksi film bertemakan zombie apocalypse.

Pada era digital saat ini, para sutradara dan penulis film zombie modern tentu tak pernah meninggalkan teori-teori Romero. Sebut saja Resident Evil yang diangkat dari serial video game, 28 Days Later dan 28 Weeks Later, Shaun of the Dead, Warm Bodies, World War Z, hingga serial televisi The Walking Dead yang fenomenal itu.

Terlepas dari segala kekurangan dan plot yang mudah ditebak, harus kita akui bahwa film-film zombie mengajarkan kita banyak hal. Survivor (orang yang bertahan hidup) di dunia zombie adalah simbol pemberontakan akan kewarasan, sebuah pertarungan psikologis di mana seseorang harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan kuat dalam setiap langkah-langkahnya.

Humanisme

r warm bodies

Zombie dan para survivor terkadang memiliki kedekatan personal atau bahkan hubungan darah. Tak sedikit dari zombie-zombie tersebut dulunya saling mencintai dan menyayangi seorang survivor. Kedekatan batin ini kadang mengusik dan mengguncang emosi seseorang ketika berhadapan dengan zombie yang ia kenal.

Bagi para penggemar The Walking Dead, tentu adegan dramatis saat orang yang disayangi berubah menjadi walker (istilah zombie di serial tersebut) kerap ditampilkan. Ambillah contoh saat Daryl Dixon berhadapan dengan sang kakak, Merle Dixon, yang telah berubah menjadi walker akibat gigitan walker. Daryl mendorongnya tiga kali, sebelum menusuk Merle di bahu dan menjatuhkannya ke tanah. Ia menghabisi mayat hidup Merle dengan menusuknya tujuh kali di wajah, kemudian ia jatuh bersimpuh dan tak kuasa menahan air mata.

Maka itu benarlah ketika R dari Warm Bodies mengatakan "Aku tak ingin seperti ini. Aku sendirian dan tersesat". Ia memperlihatkan sisi kemanusiaannya meski dirinya telah berubah menjadi zombie.

Tak jarang pula film-film zombie menyisipkan konflik antar survivor. Keraguan dan kebengisan yang kerap menghinggapi pikiran seseorang kerap membutakan nurani dan nilai-nilai kemanusiaan. Hal tersebut memang masuk akal saat zombie apocalypse benar-benar terjadi karena sejatinya manusia memiliki insting individualisme.

Seni Bertahan Hidup

the walking dead musim kelima episode pertama
Mereka akan disembelih!
Kebanyakan para pencetus film-film zombie menggambarkan suasana mencekam akibat penyebaran wabah zombie di sebuah kota atau negara. Dunia seakan di ambang kehancuran sehingga tidak memungkinkan orang-orang yang selamat untuk bertahan hidup lebih lama.

Sebuah karakter dalam film tidak akan berakhir lebih dulu selama memiliki sifat-sifat egois dan sadis dalam diri mereka. Lain halnya dengan karakter yang cenderung baik dan terlalu naif akan tumbang lebih dulu. Ancaman permusuhan dan pembunuhan merupakan hal lumrah untuk mempertahankan hidup setiap individu.

Sementara seorang survivor teladan akan berbagi makanan, obat-obatan, dan senjata untuk orang-orang terpercaya di sekelilingnya, survivor penganut individualisme lebih menjaga jarak dengan survivor lainnya bahkan untuk urusan tempat singgah sekalipun. Konflik inilah yang terkadang membuat jalan cerita lebih seru dan menggugah selera penonton.


Kewaspadaan dan Cepat dalam Pengambilan Keputusan

Karena zombie tak melulu bicara pertarungan mental, tiap langkah harus diperhitungkan dengan matang dan kadang membutuhkan strategi tertentu. Misalnya mengambil langkah seribu dari gerombolan zombie tentu lebih baik daripada tetap bertahan dan melawan, terutama jika Anda kalah jumlah. Ketahanan fisik untuk lari dan melewati berbagai rintangan sangat dibutuhkan dalam keadaan darurat.

Pada saat zombie apocalypse terjadi, akan lebih aman jika ketersediaan alat-alat keamanan serta kendaraan untuk menempuh jarak yang jauh. Senter, misalnya, dapat menjadi alat yang hebat untuk menerangi daerah yang gelap serta dapat digunakan sebagai senjata jarak dekat yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Ketidakpastian

resident evil retribution

Jika cinta dan kematian merupakan dua kepastian yang dialami oleh seorang manusia, ada lebih banyak ketidakpastian dalam hidup. Begitu pula dengan kehidupan yang ditempuh oleh seseorang di dunia zombie. Tidak ada kepastian apakah dia dapat bertahan hidup hingga zombie apocalypse usai, ataukah dia hanya akan jadi zombie-zombie berikutnya yang kelak juga akan memangsa dan dimangsa orang lain.

Rasa-rasanya, sampai saat ini, kisah fiktif zombie dapat kita jadikan pelajaran berharga dalam hidup.

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar