9 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Blogger Pemula

screenshot blog laptop

Pada era digital seperti saat ini, semua kalangan dapat membuat dan mempublikasikan konten di blog. Berbagai layanan blog dapat dipilih sebagai media penyaluran tulisan dan konten, mulai dari Blogger, Wordpress, Tumblr, hingga blog lokal seperti Blogdetik dan Kompasiana. Blogger tak memandang usia dan status sosial, anak-anak, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja, maupun lansia dapat memperoleh apresiasi yang sama dari pembaca. Namun, sayangnya tidak semua blogger mengerti tata cara pengelolaan blog yang baik dan benar sehingga tak jarang membuat pengunjung blog tersebut tak nyaman dan enggan untuk berkunjung kembali.

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan blogger pemula.

1. Miskin keterbacaan

Keterbacaan merupakan salah satu elemen penting dari desain web. Tentu saja, desain antarmuka yang baik akan menarik perhatian pengguna tapi pengguna tetap membaca teks untuk dapat memahami informasi yang mereka inginkan. Saya kerap menemukan blog (terutama blogger Indonesia) menggunakan jenis font yang aneh sehingga dapat memusingkan mata siapa pun yang membacanya.

Saran:
Untungnya, ada cara sederhana yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan keterbacaan blog.

  • Gunakan skema warna standar, yaitu teks berwarna hitam dan latar belakang berarna putih. Hindari menggunakan warna gelap sebagai latar belakang blog.
  • Gunakan jenis huruf tanpa kait atau biasa disebut sans-serif.


2. Tanpa kotak pencarian

Sebuah blog diibaratkan sebagai kumpulan arsip informasi, dan kotak pencarian adalah penunjang utama selain laman peta situs dan arsip. Pengunjung bisa saja menginginkan informasi lain yang tersembunyi, maka dengan kotak pencarian lah keinginan tersebut dapat terpenuhi.

Google Custom Search Box

Google Custom Search adalah solusi sederhana untuk kamu pasang di blog. Selain caranya mudah, ketangguhan mesin pencari Google sudah teruji dengan baik.

3. Navigasi situs yang buruk

Navigasi dalam sebuah situs/blog harus mulus. Pengunjung harus bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus muter ke sana atau ke sini. Meskipun tidak ada standar untuk navigasi dalam situs (karena setiap orang punya gaya dan tampilan yang berbeda), kita tidak boleh membuat pengunjung kebingungan ketika ingin berpindah dari satu laman ke laman lain.

Jika teks digunakan sebagai navigasi, itu harus singkat. Metafora visual tidak boleh ditemukan kembali. Jika hyperlink digunakan, maka usahakan link tersebut terbuka di tab baru. Usahakan link mati segera dihapus, mesin pencari tak menyukai hal tersebut.

menu navigasi
Menu navigasi yang biasa terletak di bawah header situs.

Saran:
  • Membuat navigasi dengan menggunakan deskripsi tekstual untuk semua link. Memberikan alt teks untuk gambar. Gunakan alternatif teknik deskripsi teks untuk Flash atau Javascript link.
  • Mengatur struktur blog dengan baik. Gunakan template yang sudah termasuk di dalamnya menu navigasi.
  • Ingat, jika pengguna tidak dapat menemukan apa yang mereka inginkan dalam waktu kurang dari 3 klik, sebagian besar akan segera pergi.

4. Desain antarmuka yang inkonsisten

Kreativitas bagai pisau bermata dua, di satu sisi bernilai positif sementara di sisi lain dapat bernilai sebaliknya. Kecenderungan seorang blogger untuk. mengganti tampilan blognya perlu dihindari, apalagi membuat tampilan yang dapat berubah sesuai laman atau kategori tertentu. Hal ini tak berlaku jika situs web yang kamu kelola adalah situs berita yang memiliki banyak kategori.

Saya sarankan kamu menggunakan template yang konsisten, yaitu tampilan desain pada halaman depan sama dengan halaman lainnya.

5. Tidak menyesuaikan resolusi dan non responsif

desain web blog responsive
Seorang desainer web dan pengembang diharuskan untuk membuat situs web yang menyesuaikan berbagai perangkat sehingga mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Pada dasarnya ada dua jenis resolusi standar web untuk desktop, yaitu boxed dan full width. Ukuran normal situs web yang disarankan adalah 1024 x 768 piksel.

Saran:
Gunakan template atau theme responsif, yang dapat menyesuaikan lebar dan tinggi web di berbagai perangkat (termasuk desktop, tablet, dan ponsel).

6. Terlalu banyak menampilkan gambar dan animasi

Terlalu banyak gambar pada halaman situs/blog dapat memperberat loading situs/blog itu sendiri. Gambar dapat digunakan untuk menangkap perhatian pengguna tetapi juga dapat menjadi gangguan atau bahkan menjengkelkan. Gambar harus digunakan dengan bijak untuk mengilustrasikan isi konten secara keseluruhan.

Animasi (terutama flash) juga sangat memberatkan loading blog. Di sisi lain, flash bisa sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Sekali lagi, keduanya perlu ditampilkan dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan.

7. Tulisan tidak orisinil

Pernah lihat blog berisi tulisan yang sangat bagus tapi tidak sinkron dengan warna latar belakang blog itu sendiri? Saya sering menemukannya. Entah sang blogger malas memindahkannya terlebih dulu ke notepad, atau memang kadung hobi menyalin dari hasil tulisan orang lain.

Sebagaimana di dunia ilmiah, dunia blogging tak begitu berbeda jauh. Isu plagiat atau copas (copy paste) bukanlah hal baru, tapi tetap harus kita cegah dan tanggulangi. Kalau pun ingin menyalin beberapa kalimat atau keseluruhan teks, kita harus meminta izin terlebih dahulu kepada sumber terkait. Menyalin teks dan gambar tidak boleh dilakukan sembarangan karena sumber yang kamu ambil bisa jadi menggunakan sumber daya (tenaga dan uang) yang besar.

8. Menggunaan musik pada latar belakang blog

Siapa yang tak suka musik? Hampir semua orang tentu menyukainya. Tapi bagaimana jika musik dipasang dan diputar sebagai latar belakang sebuah blog? Tentu tak semua pengunjung menyukainya, ada yang risih, bahkan juga merasa terganggu.

Saran saya, segera copot widget pemutar musik yang ada di blog kamu. Kalau pun kamu enggan untuk mencopotnya, usahakan widget tersebut dapat diberhentikan sementara oleh pengunjung.

9. Tidak fokus pada topik tertentu

Jika kamu ingin membangun personal branding, blog adalah sarana terbaik untuk memulainya. Sebagai langkah awal, tentukan jati dirimu, temukan apa yang kamu suka, fokus pada topik tersebut, tunjukkan keahlian serta keunikan dalam dirimu, dan olah sedemikian rupa agar menarik orang lain.

Untuk lebih lengkapnya, pelajari lebih lanjut Apa Itu Personal Branding?

Kesimpulan

Mulai sekarang, mari hentikan kebiasaan-kebiasaan di atas demi memajukan dunia blog Indonesia. Meskipun konten adalah raja, kenyamanan pengunjung harus lebih diutamakan. Blog yang nyaman dibaca, mudah digunakan, tidak berat ketika diakses, serta memiliki navigasi yang baik tentu akan membuat pengunjung semakin betah.

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar

  1. terimakasih banyak bos, sangat membantu sekali..

    http://obattraditional.com/

    BalasHapus

Posting Komentar