Pentingnya Pengetahuan dalam Kehidupan Manusia

sinar-bohlam-pengetahuan-knowledge-is-power
Ilustrasi oleh istockphoto
Kamu mungkin pernah mendengar pepatah "Knowledge is Power" atau "Pengetahuan adalah Jendela Dunia", pepatah tersebut bukan sekadar kata mutiara belaka karena kenyataannya pengetahuan lebih dahsyat dari sekadar kekuatan atau kunci untuk mengarungi dunia. Tak banyak yang memahami betapa pentingnya pengetahuan dalam kehidupan, baik sebagai bentuk pembelajaran saat ini maupun di masa depan.

Hakikat pengetahuan masih menjadi perdebatan di kalangan filsuf di bidang epistemologi. Definisi klasik yang yang tidak disepakati oleh Plato, menyatakan bahwa pengetahuan harus memenuhi tiga kriteria, yaitu: harus dibenarkan, benar, dan diyakini. Sedangkan definisi singkat pengetahuan adalah informasi yang berguna yang disesuaikan untuk tujuan tertentu sehingga dapat menjadi solusi suatu masalah. Pengetahuan tidak bisa diharapkan untuk menjadi sempurna, karena kemungkinan mengandung beberapa kesalahan yang dapat diperbaiki di kemudian hari.

Berikut manfaat dan pentingnya pengetahuan dalam kehidupan manusia:

Membantu Kita untuk Menerima Informasi Baru

cara-berita-koran-di-masa-depan
Kita dapat memperoleh informasi baru melalui koran digital. (Ilustrasi: Shutterstock)
Pembelajaran tidak terbatas pada buku atau kelas. Kamu dapat mempelajari sesuatu yang baru setiap hari bahkan tanpa kamu sadari. Ketika kamu membaca sebuah artikel di koran atau media daring (bahasa Inggris: online), kamu bisa langsung memperoleh pengetahuan baru berupa berita, kiat, maupun fakta yang mungkin belum kamu ketahui. Saat kamu berkenalan dengan orang asing di sekolah atau tempat umum, maka kamu memperoleh pengetahuan yang baru tentang identitas seseorang.


Membantu Kita Menyelesaian Masalah

marcin-maskow-kowalczyk-mbld
Menyelesaikan puluhan rubik's cube dengan mata tertutup, kenapa enggak?
Kamu tentu kerap dilanda masalah yang datang bertubi-tubi setiap hari, dan kadang-kadang masalah tersebut sulit diatasi. Dengan pengetahuan, kamu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar dapat menyelesaikan masalah.

Saya beri contoh sebuah permainan sederhana buatan plastelina. Ada 3 manusia dan 3 kanibal di pulau di sebelah kanan. Tujuan permainan ini memindahkan 3 manusia dan 3 kanibal menggunakan sebuah perahu ke pulai di sebelah kiri yang terpisahkan oleh sebuah sungai. Hanya ada dua aturan: Perahu hanya dapat menampung dua orang, baik itu sesama manusia, kanibal, atau keduanya; Jika di salah satu sisi jumlah kanibal lebih banyak, maka manusia yang ada di sisi tersebut akan dilahap. Silakan coba permainan ini dan selesaikan dengan caramu.


Kamu dapat menyelesaikan permainan ini tak kurang dari lima menit hanya bermodalkan ketekunan. Solusinya permainan ini:
  1. Seberangkan dua kanibal, pindahkan satu kanibal ke sisi kiri.
  2. Seberangkan kanibal di perahu, masukkan kanibal dari sisi kanan kemudian seberangkan keduanya.
  3. Pindahkan kanibal di atas perahu ke sisi kiri, seberangkan satu kanibal ke kanan.
  4. Pindahkan satu kanibal dari atas kapal ke sisi kanan, seberangkan dua manusia.
  5. Pindahkan satu manusia, naikkan satu kanibal, lalu seberangkan mereka.
  6. Pindahkan kanibal dari atas perahu ke sisi kanan, masukkan satu manusia, lalu seberangkan keduanya.
  7. Pindahkan kedua manusia tersebut ke sisi kiri, kemudian seberangkan satu kanibal dari sisi kiri.
  8. Masukkan satu kanibal lagi ke atas perahu, lalu seberangkan keduanya.
  9. Pindahkan satu kanibal, kemudian seberangkan satu kanibal ke kanan.
  10. Masukkan kanibal terakhir, seberangkan kemudian pindahkan keduanya ke sisi kiri.
Permainan di atas menggambarkan dengan jelas bahwa proses pembelajaran dapat berubah menjadi pengetahuan. Sama halnya dengan masalah yang ada di sekeliling kita, tanpa keberanian untuk mencoba, maka dapat dipastikan kamu tidak akan memperoleh solusi untuk menyelesaikannya.

Membantu Kita Menentukan Tujuan

Informasi baru yang telah kita terima dan masalah yang pernah kita hadapi nantinya akan menjadi pembelajaran sekaligus pengetahuan berharga bagi kita untuk menentukan tujuan di masa depan. Apabila kamu pernah menimba ilmu di sekolah serta universitas jurusan sistem komputer, dan kamu berhasil memecahkan masalah-masalah seputar dunia komputer, maka kamu bisa menentukan untuk menjadi programmer karena kamu menguasai bidang tersebut.

pengetahuan-dan-tindakan-sama-dengan-kekuatan
Ilustrasi oleh John Antonios/Johnantonios.com
Pengetahuan tidak serta merta berdiri sendiri untuk menjadi sebuah kekuatan, dibutuhkan tindakan untuk mewujudkan kekuatan sebenarnya. Sebagai contoh, seorang jenius dengan pengetahuan ilmu komputer dan matematika yang mengagumkan namun hanya sebatas teori tentu tidak lebih bermanfaat ketimbang seorang berpengetahuan ala kadarnya namun berani menjadi pengusaha dengan meluncurkan produk teknologi ciptaannya.

Sebagai penutup, pengetahuan tentu sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan pembelajaran dan pemikiran seseorang. Di samping itu, pengetahuan disertai tindakan dapat membentuk kekuatan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.

* * *

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes blog Kurio Apps bertemakan #KnowledgeIsPower. Penulis adalah mahasiswa tingkat pertama jurusan sastra Inggris di Universitas Gunadarma. Akun twitter: @yusabdul

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar

  1. Setiap manusia wajib memiliki pengetahuan dan kemampuan :)

    BalasHapus
  2. Wih hebat bisa selesain puluhan rubik sambil tutup mata, saya aja cuma bisa satu sisi doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu teman saya dari Polandia, namanya Marcin Kowalczyk. Dia seorang trainer memory profesional sekaligus cuber hebat.

      Coba pelajari cara penyelesaian rubik semua sisi dong. :)

      Hapus
  3. Nahh, bener tuh, ilmu tanpa adanya aksi dan tindakan sama aja bohong, kita sebisa mungkin mengolah ilmu yang telah kita dapat dan menerapkannya dalam kehidupan kita supaya menghasilkan kekuatan dan solusi dalam menyelesaikan suatu masalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, setuju sama dendi!

      Lagipula ilmu kalau enggak diamalkan dan dibagikan ke yang lain rasanya jadi hampa, mirip pohon tanpa daun dan buah.

      Hapus
  4. Sebenarnya, tidak butuh usaha keras untuk meraih pengetahuan. Cukup berbekal rasa keingintahuan dan ketekunan.

    BalasHapus
  5. Artikel yang sangat menarik, terutama penjabarannya yang terang benderang

    sukses lombanya mas

    BalasHapus

Posting Komentar