Saya Dukung Arsenal, Bukan Arsene

selebrasi-pemain-arsenal
Alexis Sanchez, Podolski, dan Ramsey (bola.okezone.com)
Saya kebetulan pendukung Arsenal: Sebuah klub sepakbola kaya raya dengan segudang prestasi di tanah Britania.

Arsenal adalah tim hebat, tetapi selalu diuji oleh sebagian besar orang yang mengaku paham sepak bola. Entah ini soal gengsi antar sesama pendukung tim sepakbola, atau soal buruknya penampilan Arsenal akhir-akhir ini.

Arsenal memulai musim 2014-15 dengan sangat tidak meyakinkan, hanya meraih 17 poin dari 11 pertandingan dan terpaut 12 poin dari Chelsea. Di Liga Champions pun tak ada bedanya, Arsenal terpaut 5 poin dari Borussia Dortmund di grup D.

Rentetan hasil buruk yang dialami Arsenal tak kunjung reda. Puncaknya ketika Arsenal ditahan imbang 3-3 oleh Anderlecht setelah sebelumnya memimpin 3-0 dan kalah dari Swansea City setelah unggul lebih dulu.

Ketika musim 2015-16 bergulir, Arsenal berpeluang besar memuncaki klasemen. Sayangnya, penampilan mereka inkonsisten dan sang manajer sekaligus pelatih tidak mengubah strategi permainan. Ditambah lagi ia enggan merekrut pemain yang dibutuhkan.

Arsene Wenger belum berhasil memetik banyak pelajaran. Itu akibat sifat keras kepala dan kekuasaan penuh yang diberikan petinggi Arsenal untuknya. Seakan jatuh ke lubang yang sama adalah hal lumrah baginya.

Percayalah, saya selalu mendukung Arsene Wenger selama dia bisa memenuhi hasrat pendukung dalam meraih kejayaan. Namun, jika seperti seperti ini terus caranya, gooners mana yang tak terlukai batinnya?

Musim 2014-15

  • Arsenal dapat membuat Sigurdsson terlihat seperti Juninho.
  • Arsenal memaksakan seorang bek kiri (Monreal) bermain di posisi bek tengah.
  • Arsenal tidak memiliki gelandang bertahan, padahal tim medioker biasanya memiliki 2-3 pemain di posisi tersebut. Arsenal jelas tim papan atas, bukan (menuju) medioker.
  • Arsenal hanya memiliki 2 bek tengah murni, yaitu Laurent Koscielny dan Per Mertesacker. Oh, tunggu, Koscielny sedang cedera. Jadi, hanya 1 bek tengah.
  • Arsenal memiliki Podolski dan Joel Campbell yang langganan tim nasional, tapi Arsene lebih memilih untuk memainkan Sanogo.
  • Arsenal memiliki satu pemain paling menonjol musim ini, sangat gigih, dan selalu melakukan apa pun untuk tim (Sanchez). Sementara itu pemain lain hanya bisa menontonnya sambil berkata "santai saja, kawan".
  • Arsenal tidak memiliki jenderal lapangan sekaliber John Terry atau Vincent Kompany, hanya ada pemain senior yang ditunjuk secara acak untuk menempelkan ban kapten di lengannya.

Musim 2015-16


  • Ban kapten Arsenal masih tidak menentu, kadang ke wakil kapten, kadang ke bek senior, kadang ke pemain yang sudah membela klub selama 10 musim.
  • Arsene Wenger mampu mempertahankan Flamini, Mertesacker (yang sudah renta dan lamban), serta beberapa pemain kaki kaca lainnya di saat memiliki kesempatan untuk merekrut pemain yang lebih baik dari klub lain.
  • Arsenal dipermalukan oleh Chelsea dan Southampton dua kali berturut-turut dalam semusim di Liga Primer.
  • Arsenal adalah satu-satunya tim yang lebih mencintai trofi Piala FA dan posisi keempat klasemen liga daripada trofi Liga Primer.


Banyak komentar pedas terlontar dari mantan pesepakbola usai drama mengerikan di Liberty Stadium akhir pekan lalu, salah satunya dari Jamie Carragher. Legenda Liverpool itu berkata, "Chelsea dan Arsenal berada di level yang sangat berbeda - Jose Mourinho sangat mengerti kebutuhan tim. Terbukti timnya tak terkalahkan hingga saat ini".

Gooners patut bersyukur masih memiliki pemain sekelas Alexis Sanchez dan Mesut Ozil. Entah Arsenal akan berada di peringkat berapa tanpa kehadiran mereka.

Saya tidak bisa membayangkan Arsenal tanpa Arsene, tapi jelas saya tidak ingin membayangkan Arsenal diasuh olehnya lebih lama.

Baca Juga Artikel Pilihan:

Komentar